MARHABAN DALAM JARINGAN SAKINAH

Sepanjang Maret-April 2008 tercatat sudah berlangsung tiga kali musyawarah untuk Jaringan Perempuan antar gampong dari 10 gampong se-Kecamatan Bubon dan Woyla.

Struktur dan Manajemen Organisasi

Musyawarah pertama yang diikuti 51 peserta berlangsung di Pusat Pemberdayaan Masyarakat Saree Tabina, Gampong Glee Siblah Kecamatan Woyla pada 6 Maret 2008. Dalam musyawarah ini, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara hadir mewakili kelompok dari desa masing-masing, baik dari kelompok pengolahan makanan kecil maupun kelompok kasab. Selain memilih tim pengurus dan pengawas jaringan, musyawarah ini sekaligus merupakan pertemuan perdana mereka dengan pelatihan-pelatihan.
Materi pelatihan difokuskan pada upaya membangun kemandirian melalui kerjasama, pentingya partisipasi aktif dari seluruh anggota, mekanisme kerja jaringan, penataan administrasi serta pengelolaan keuangan yang transparan dan terpercaya.
Selanjutnya diikuti dengan pemilihan pengurus. Pemilihan ketua pengurus jaringan diawali dengan penjelasan peraturan jaringan dan syarat-syarat untuk menjadi ketua. Secara umum peraturan ini memuat ketentuan umum mengenai jaringan, sistem kerja, kelompok kerja, tugas-tugas, dan persyaratan. Salah satu ketentuan yang dicantumkan dalam peraturan tersebut adalah perlunya kelompok pengawas dalam jaringan. Ketua kelompok pengawas dipilih oleh anggota kelompok pengawas yang ada di desa masing-masing.

Berdasarkan ketentuan tersebut, dalam musywarah terpilihlah ibu Zaitun dari gampong Glee Siblah sebagai ketua pengawas jaringan dan Ibu Nurjannah dari Peulanteu SP sebagai ketua kelompok jaringan; wakil ketua I dimandatkan kepada Ibu Cut Lailan, wakil ketua II kepada Ibu Suriani, Sekretaris Ibu Marsini, dan bendahara Ibu Herawati..

Di Bawah Satu Nama: ’SAKINAH’

Musyawarah kedua dilangsungkan pada 10 April 2008 di tempat yang sama. Musyawarah ini membahas tentang evaluasi produk. Tampak jelas bahwa sejak dimulai secara aktif pada Desember 2007, perlahan-lahan aneka produk itu mengalami perkembangan. Hal itu pertama-tama jelas terlihat dari aneka produk yang dibawa kelompok perempuan dalam musyawarah tersebut. Produk-produk tersebut selain penganan seperti dodol, keripik, gili-gili, kue intip, kue kara, jahe instan, aneka sirup dll, juga aneka produk sulaman seperti jilbab, tudung saji dan taplak meja. Hal lain yang menunjukkan perkembangannya adalah meluasnya sasaran pemasaran, yang tidak hanya mencakup gampong masing-masing, tetapi sudah melabarkan sayap sampai ke Meulaboh.

Namun demikian diakui pula bahwa ada masalah atau kendala yang ditemukan dalam proses pemasaran. Masalah-masalah tersebut antara lain perihal tekhnik pemasaran, kekurangan tim dan sarana pemasaran, pengemasan produk-produk yang menarik di pasaran, serta soal mekanisme atau cara kerja antara produsen dan tim pemasaran.

Menyiasati semua kendala di atas, dalam musyawarah tersebut disepakati pertama-tama pemilihan nama untuk semua produk yang dihasilkan. Semua produk harus berada di bawah satu nama. Dalam musyawarah yang berlangsung lancar sore itu disepakati SAKINAH sebagai nama kelompok jaringan dan juga nama untuk produk-produk yang dihasilkan. Selanjutnya perihal kendala pemasaran direncanakan untuk mengadakan pelatihan lanjutan perihal tekhnik-tekhnik pemasaran dan pembentukan tim pemasaran.

Melebarkan Pasar Dengan Beijing

Senin, 28 April 2008 bertempat di Training Center Gunong Panah, kelompok jaringan perempuan melanjutkan pertemuan membahas agenda yang tertunda perihal sistem pemasaran produk-produk SAKINAH.

Disepakati dalam musyawarah tersebut bahwa sasaran pemasarannya tidak hanya meliputi gampong-gampong di wilayah kecamatan Bubon dan Woyla, tetapi meluas hingga ke Meulaboh, Calang, dan Nagan Raya. Tugas kelompok jaringan perempuan SAKINAH adalah memproduksi dan mengemas makanan kecil dan kasab dalam kemasan yang menarik, kemudian menjual produk-produk tersebut ke tim pemasaran. Selanjutnya tim pemasaran yang akan memasarkan produk-prdouk tersebut ke pasar yang dituju (konsumen).

Dalam kesempatan tersebut ditetapkan Bapak Marhaban sebagai ketua tim pemasaran. Beliau ditugaskan sebagai bagain dari kelompok jaringan SAKINAH untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Kepada Pak Marhaban dipinjamkan beijing, sebuah kendaraan bermotor roda tiga yang berfungsi untuk memperlancar tugas pemasaran produk-produk SAKINAH(GG)

Comments are closed.

%d bloggers like this: