Damai, dari Hati ke Gampong-Gampong

Pertemuan kader perdamaian dan pelatihan transformasi konflik merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan SUNSPIRIT, for justice and peace, selain berbagai kegiatan perdamaian lainnya, untuk memperkuat perdamaian di (dari) gampong-gampong secara berkelanjutan. Penyadaran yang dilakukan secara berkelanjutkan di satu sisi menegaskan pentingnya situasi yang kondusif untuk pembangunan yang berkelanjutan, juga di sisi yang lain adalah agar masyarakat gampong tidak mudah terprovokasi oleh isu yang memcah belah persatuan juga bahkan konflik itu sendiri.

 Perdamaian dimulai dari hati

Pada Jumad, 9 Mei 2008, di ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Desa Kuala Pling, dengan dihadiri 12 peserta dari 10 desa se-kecamatan Bubon dan Woyla, SUNSPIRIT kembali mengadakan pertemuan Kader Perdamaian tahap II dengan tema ‘Kita dan Kerja Perdamaian’.

      Dari pendapat yang disampaikan peserta sebagian besar memahami pekerja perdamaian sebagai orang atau pribadi yang dapat memberikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Sebagai kader perdamaian para peserta merasakan suka dan dukanya, senang dan sedihnya mengembang tugas tersebut.

      Disebutkan hal yang membuat peserta merasa senang sebagai pekerja perdamian adalah karena mereka dapat belajar banyak hal tentang penyelesaian konflik, sementara yang membuat mereka merasa tidak senang adalah karena mereka tidak dilibatkan atau berperan serta dalam proses penyelesaian masalah di lingkungan masyarakat mereka.

      Menanggapi hal tersebut para peserta menyadari bahwa sebagai pekerja perdamaian merupakan sebuah bentuk pelayanan. Itu artinya antara lain 1) pelayanan itu dituntut oleh hati nurani, keberpihakan dan solidaritas. 2) Kerja perdamian yang didasarkan pada hati nurani selanjutnya tidak membuat seorang pekerja perdamian merasa tersisihkan dalam masyarakat. Justru sebaiknya dia mendapat peran yang optimal dalam masyarakat. 3) oleh karena itu pertama-tama, seorang pekerja perdamaian harus memulai menciptakan suasana hati yang damai atau terlebih dahulu berdamai dengan diri sendiri, selanjutnya memberikan pencerahan kepada yang lain.

 Melihat dan mendengarkan…

Inilah makna dari permainan memindahkan air dengan gelas, yang dilakukan dalam kegiatan transformasi konflik pada Sabtu 24 Mei 2008 di desa Aloe Bakung. Di mana semua peserta diminta untuk menutup mata dengan sal dalam proses permainan tersebut.

      Selain pentingnya kerja sama dalam masyarakat, permainan yang sama juga menegaskan pentingnya pemimpin untuk  bersedia melihat dan mendengarkan rakyatnya, demikian juga sebaliknya rakyatnya harus bersedia mendengarkan pemimpinnya. Selain permainan yang disebutkan di atas 33 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut dibekali pula dengan pemahaman mengenai transformasi konflik.

      Hal ini dimaksudkan untuk mengajak peserta mengenal dan memahami ‘Konflik” secara garis besar. Tiga hal pokok yang dijelaskan dalam pertemuan tersebut adalah 1) apa yang dimaksud dengan konflik, 2) jenis-jenis konflik, dan 3) adalah sebab, masalah dan akibat dari konflik yang digambarkan melalui pohon konflik.

      Hal lain yang ditekankan dalam pembahasan mengenai materi ini adalah mengajak peserta untuk melihat pentingnya proses penyelesaian konflik yang dihadapi di desa. Lantaran itu tema ‘Mengapa banyak anak di desa kita, tidak dapat melanjutkan sekolah?’ menjadi bahan simulasi yang menarik.

      Tema ini sengaja diangkat ke permukaan, karena realita di desa-desa menunjukkan fakta tersebut. Bahwa hampir sebagian besar anak usia sekolah terpaksa putus sekolah karena berbagai sebab. Alasan yang paling mendasar dalam simulasi tersebut adalah faktor kemiskinan (ekonomi) dan belum menyadari secara sungguh pentingnya pendidikan untuk perubahan di masa depan.

 

Butuh Kemauan dan Dukungan

Tidak bisa dipungkiri jika alasan mendasar dalam kemandekan meneruskan pendidikan adalah faktor ekonomi (kemiskinan). Namun demikian  tidak mesti kita menutup mata, telinga dan hati untuk menggap semua itu tidak perlu bagi perubahan.

      Selain kemauan masyarakat yang kuat untuk memperbaiki tingkat ekonomi, juga dukungan dari berbagai pihak perlu lebih serius. Pemerintah dan LSM dalam kapasitasnya masing-masing hendaknya memberikan perhatian yang serius perihal ini.

      Selain dukungan material dari berbagai pihak, tidak kalah pentingnya adalah dukungan mental. Mewujudkan perdamaian di gampong-gampong merupakan kebutuhan yang sangat penting.

      SUNSPIRIT for justice and peace  dalam kapasitasnya sebagai  lembaga yang consern di bidang perdamian tetap berupaya memberikan pelatihan dan sosialisasi perihal perdamaian dari gampong-gampong dengan ragam cara dan bentuk. Dan dua bentuk kegiatan di atas hanya sebagian cara untuk menguatkan perdamian di di level masyarakat, dari gampong-gampong. (Red/GG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: