KARET OKULASI UNTUK KEHIDUPAN LEBIH BAIK

Jaringan Petani Organik Antar Gampong 10 desa se-Kecamatan Bubon-Woyla mengembangkan karet okulasi Merk PB 260 (Hevea sp). Program ini murni merupakan rencana partisipatif anggota jaringan tersebut. Dengan dukungan SUNSPIRIT, mereka mendapatkan bibit karet okulasi Merk PB 260 dari Koperasi Serbaguna PT3MT Tanjung Morawa di Medan sebanyak 11.707 bibit. Bersamaan dengan pemesanan bibit ini, ketua jaringan juga mengikuti pelatihan singkat mengenai pengembangan karet okulasi di lembaga tersebut.

Satu minggu sebelum kelompok jaringan memesan bibit karet, kepada anggota jaringan dibagikan polibag khusus tanaman karet yang jumlahnya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan bibit karet yang mereka peroleh. Setiap anggota mengisi polibag dengan tanah dan pupuk organik atau pupuk kandang. Setelah polibag terisi dengan baik, bibit karet pun didatangkan.

Pada 24 Maret 2008, bibit karet tiba di Meulaboh dan segera didistribusikan ke anggota jaringan. Masing-masing anggota menerima rata-rata 152 bibit.

Distribusi sempat terhambat karena hujan  yang mengguyur Meulaboh berlangsung selama tiga hari. Jalan akses ke desa-desa di Bubon-Woyla terendam banjir. Anggota jaringan yang tengah membagikan karet pada saat itu terpaksa menggunakan rakit untuk mendistribusikannya. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari terjadinya kegagalan tumbuh bibit tanaman tersebut. Setelah didistribusikan, keesokan harinya (15/03/2008), anggota kelompok jaringan memindahkan bibit ke polibag yang telah mereka persiapkan sebelumnya.     

 Tiga minggu pascatanam di polibag, survei dilakukan terhadap 45 dari 77 petani yang menerima bibit atau 56 % (6.562) dari total 11.707 bibit. Survei ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan bibit karet dan kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan tanamannya.

Community Organizer (CO) dari SUNSPIRIT mendatangi setiap petani dan bersama mereka mengamati dan mengidentifikasi tanaman. Tiga indikator pengamatan antara lain jumlah tanaman yang tumbuh dengan sempurna (tumbuh dari mata entres), yang belum tumbuh, dan yang sama sekali tidak tumbuh.

Data yang terhimpun selama proses survei ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif dengan tingkat kesalahan ± 5%. Data ditampilkan dalam bentuk diagram pie (lih. Gambar). Diagram tersebut menunjukkan bahwa terdapat 82 % (5.384) bibit tumbuh secara sempurna, 17 % (1.107) belum tumbuh dan 1 % (75) lainnya mati. Bibit yang tumbuh sempurna pada setiap petani bervariasi antara 98-150 bibit, yang belum tumbuh 3-44 bibit, dan yang mati berkisar 0-15 bibit.  

Karet yang belum tumbuh dan yang tidak tumbuh kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, mata entres yang digunakan bukan mata entres daun. Kedua, bibit batang bawah yang digunakan berakar serabut/ berkulit tipis; ketiga, petani tidak menggunakan perangsang pertumbuhan akar; keempat, petani tidak melakukan penyiraman secara teratur (sekali sehari) atau kelebihan air pada saat penyiraman yang menyebabkan terjadinya genangan air di polibag; dan kelima, bibit terserang hama dan penyakit. Selain itu, media tumbuh yang hanya mengandalkan tanah (terutama jika menggunakan tanah lapisan bawah) dan tidak menggunakan pupuk organik juga dapat menyebabkan kegagalan tumbuh bibit karet.

Ritung, dkk (2007) menyebutkan, beberapa faktor pembatas pertumbuhan karet adalah genangan, rendahnya kesuburan tanah, dan drainase yang tidak berjalan dengan baik. Selain itu, faktor lain adalah suhu udara yang terlalu tinggi/ rendah, kurangnya ketersediaan oksigen dalam tanah, serta penyiapan tanah yang kurang baik. Lebih lanjut dijelaskan, karet akan bertumbuh dengan baik jika kesuburan tanah memadai, drainase berjalan baik, suhu udara (260C-360C), curah hujan 2.500 mm – 3.500 mm per tahun, dan ketersediaan oksigen di dalam tanah yang cukup memadai. Sementara itu, Setiawan dan Andoko (2005) menyatakan, anakan (bibit) karet mengalami kematian karena serangan berbagai macam hama seperti tikus, belalang/ serangga, siput, uret tanah, rayap dan kutu, monyet, dan babi hutan. 

Secara keseluruhan, berdasarkan hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pertumbuhan karet okulasi Merk PB 260 dari Koperasi Serbaguna PT3MT Tanjung Morawa bertumbuh dengan baik walaupun tingkat pertumbuhannya tidak mencapai 100%. Bibit yang didatangkan dari jauh (Medan, Sumatra Utara) dan petani yang belum terbiasa menangani karet okulasi dapat pula mempengaruhi daya tumbuh bibit karet tersebut. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan petani dalam membudidayakan karet okulasi perlu dilakukan. Ke depannya, keterlibatan pengurus jaringan petani dalam berbagai pelatihan pengembangan tanaman karet perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas mereka. Hingga kini kebanyakan petani di Kecamatan Bubon dan Woyla mengandalkan karet lokal sebagai sumber penghasilan. Sebagian besar penduduk di wilayah ini adalah  petani.

Data SUNSPIRIT  dari 10 desa (2007) menunjukkan rata-rata jumlah petani di kedua kecamatan tersebut adalah 66,3 %, yang disusul dengan pelajar/mahasiswa (31,1%) dan pegawai negeri sipil bersama pedagang (5,6%).

Rata-rata luas lahan perkebunan karet lokal dan kelapa sawit mencapai 22,7 % dari luas wilayah 10 desa atau berkisar antara 15 Ha – 1.500 Ha. Sementara itu, total lahan hutan yang belum digarap di 10 desa mencapai 2.917 Ha atau berkisar 18 Ha – 1.150 Ha. (GG)      

4 Comments (+add yours?)

  1. hermanussugianto
    Oct 06, 2008 @ 08:30:03

    saya tertarik tu dengan karet okulasi

    Reply

  2. yudistira
    Jan 25, 2009 @ 16:44:56

    kalau boleh tahu berapa ya harga per batangnya bibit okulasi pb 260 tersebut. terus batang bawahnya pakai klone apa ya?

    terima kasih

    Reply

  3. Richard
    Apr 08, 2009 @ 20:09:27

    Hi Saya dari malaysia.
    apa khabar semua?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: