Menyoal Konflik Aceh

Diskusi rutin para aktivis perdamaian kembali dilaksanakan di kantor SUNSPIRIT pada 28 Juni 2008. Tidak kurang dari 25 aktivis dari berbagai kalangan (mahasiswa, LSM lokal, masyarakat sipil, dan wartawan radio) terlibat dalam diskusi dengan tema ”Mencermati Konflik dan Kekerasan yang Kembali Marak di Aceh”.

Laporan Pemantauan Konflik di Aceh oleh Bank Dunia menyebutkan bahwa kekerasan cenderung meningkat; seperti bom/granat,pembakaran, penembakan/pembunuhan, perampokan bersenjata,dan penculikan.

Para peserta menyorotikasus-kasus lain seperti pemerasan yang dilakukan kelompoktertentu, konflik antara pemerintah dan masyarakat, intimidasi oleh oknum dari partai lokal tertentu, harga barang yang tidak terjangkau masyarakat, dan ketegangan yang timbul antara wilayah tsuami dan konflik.

Kondisi konflik seperti ini memprihatinkan, antara lain karena menghalangi pembangunan ekonomi dan sosial.

Sebagian peserta pesimis terhadap keberlanjutan perdamaian di Aceh. Persoalan pemekaran propinsi ALA dan ABAS dan konflik yang mungkin terjadi pada pemilu 2009 dibaca sebagai dua permasalahan besar yang kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya konflik dan kekerasan baru di Aceh.

Namun secara umum para peserta optimis terhadap keberlanjutan perdamaian di Aceh; dengan syarat semua pihak bekerja sama dan menolak kekerasan.

Salah satu output diskusi adalah usulan untuk membentuk jaringan komunikasi lintas lembaga termasuk partai politik untuk mengantisipasi konflik seputar pemilu.

(Red/GG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: