Mewujudkan Jaringan Perempuan Mandiri

jaringan perempuan SAKINAHMelalui suatu wawancara, saya bertanya kepada beberapa ibu di jaringan Sakinah, “Ibu kerja apa?” dan kebanyakan ibu-ibu menjawab, “Saya ini Cuma ibu rumah tangga. Saya tidak kerja”. Tapi anehnya saat ditanya: “Ibu kegiatan sehari-hari apa?”, mereka menjawab serangkaian kegiatan yang menyibukkan mereka seperti menderes, mencari kayu, berkebun, memasak, membersihkan rumah, dll. Begitu banyak kegiatan yang tidak mereka sebut sebagai pekerjaan karena pekerjaan yang mereka lakukan bukan di kantor dan semata-mata adalah buah pengabdian seorang ibu untuk keluarga.

 Hampir semua ibu-ibu yang saya wawancarai menyatakan alasan ikut di jaringan Sakinah adalah ‘ingin maju’. Saat dirinci lebih jauh ibu-ibu merasa bahwa jaringan ini memberi kesempatan mereka untuk belajar dan bahkan berbagi ilmu diantara mereka. Dikatakan juga bahwa kelompok ini menjadi ajang diskusi dimana ibu-ibu belajar untuk berpendapat, bertukar-pikiran dan bahkan curhat atas masalah-masalah yang dihadapi. Keinginan mereka untuk maju ditulis banyak di kuisioner tentang hal-hal yang masih ingin mereka pelajari seperti keinginan membina kesenian anak-anak, pengemasan produk home-industry, cara membuka usaha, ilmu pembukuan, pelatihan tentang kesehatan ibu dan anak, pertanian, memasak, dll. Antusiasme yang sangat tinggi dalam belajar yang mebuat kita berpikir bahwa belajar tidak terbatas pada usia.

 Pentingnya keinginan ibu untuk belajar tak lepas juga atas keinginan mereka untuk dapat lebih baik dalam mendidik anak. Saat ditanya tentang harapan mereka saat ini hampir semua ibu-ibu menjawab bahwa prioritas mereka adalah untuk menyekolahkan anak mereka sampai ke jenjang yang paling tinggi. Hampir tidak ada yang menjawab bahwa mereka bekerja untuk keperluan diri sendiri.

 Banyak dari ibu-ibu yang megungkapkan kepercayaan diri mereka saat mereka memiliki tambahan pengahasilan dan mampu mengaktualisasikannya dalam menambah penghasilan rumah tangga. Kepercayaan diri ini dipupuk dalam situasi kelompok jaringan yang saling mendukung untuk mewujudkan sebuah usaha kecil bersama. Saat ini mereka tengah sibuk untuk mempersiapkan produk mereka untuk mendapat sertifikasi dari Departemen Kesehatan. Keseriusan mereka dalam mewujudkan usaha ke arah yang ‘maju’ terlihat dalam ramainya diskusi di Glee Siblah tanggal 29 Juli yang dihadiri oleh 6 kelompok jaringan perempuan Sakinah.

 Saya sendiri sangat terkesan melihat begitu mudahnya ibu-ibu dikumpulkan dalam suatu pertemuan dalam waktu yang pemberitahuan yang singkat dan hanya dengan undangan yang sangat tidak formal alias melalui sms atau telpon dan kemudian sambung lidah diantara ibu-ibu. Saat di pertemuan juga ibu-ibu dengan aktif mengeluarkan pendapatnya dan antusias dalam mencari solusi bersama dalam mewujudkan sertifikat produk-produk kelompok Jaringan Sakinah. Kalimat “Kami ingin maju” yang saya rasa menjadi landasan atas kesungguhan dan antusiasme mereka di kelompok Jaringan SAKINAH  ini.

Oleh: Prima, Mahasiswi Program Mater Management of Development studies di Universitas Van Hall Larenstein di Belanda yang sementara ini sedang menjalani masa penelitian selama 25 hari di 10 Desa Dampingan SUNSPITIT, For Justuce and Peace.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: