Selamat Datang Generasi Tanpa Kekerasan

pendidikan perdamaianDua jam bersama Peace Education. Itulah yang terjadi pada 16 dan 17 Juli 2009 di SMAN I Meulaboh dan SMAN I Bubon dalam rangkaian kegiatan MATAS (Masa Ta’aruf Siswa) atau lazim disebut juga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2009/2010. Kedua sekolah yang merupakan sekolah mitra Pendidikan Perdamaian di Aceh Barat ini memberikan alokasi waktu khusus bagi Tim Pendidikan Perdamaian SUNSPIRIT untuk terlibat dalam kegiatan MATAS. Topik utama yang diangkat Tim Pendidikan Perdamaian bersama para voluntir dan dibantu oleh peserta Pendidikan Perdamaian 2008/2009 adalah Mengenal Pendidikan Perdamaian.

 Alokosi waktu 2 jam yang diberikan oleh pihak sekolah dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan metode belajar Pendidikan Perdamaian bagi siswa-siswi baru kelas X. Kamis, 16 Juli 2009 Tim Sunspirit hadir di SMAN I Bubon dan memperkenalkan metode belajar Pendidikan Perdamaian melalui simulasi langsung di dalam kelas. Game tongkat ajaib dan jalan macet cukup ampuh memancing partisipasi sekitar 82 siswa kelas X yang dibagi dalam 2 lokal untuk terlibat aktif selama proses kelas. Keesokan harinya sekitar 182 siswa baru SMAN I Meulaboh yang dibagi dalam 6 lokal juga tak kalah antusias mengikuti game-game dan diskusi kelas.

 Modul Pendidikan Perdamaian yang digunakan dalam proses kelas pendidikan perdamaian ini merupakan modul yang digagas bersama dan digali dari pengalaman konkrit para guru dan murid beberapa sekolah di Aceh Barat pada April 2008 melalui sebuah forum workshop yang difasilitasi oleh SUNSPIRIT. Pendidikan Perdamaian merupakan salah satu usaha kecil untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di Aceh pasca-MOU Helsinky 15 Agustus 2005. Disadari bahwa arti pentingnya keberlanjutan perdamaian perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak dini sekaligus keterampilan praksis untuk memelihara perdamaian itu mulai dari lingkungan terdekatnya. Di sinilah Pendidikan Perdamaian menjadi sangat relevan untuk dihidupkan di Aceh sebagai salah satu daerah yang pernah dilanda konflik selama 32 tahun.

 Dengan hadir dalam rangkaian kegiatan MATAS, Pendidikan Perdamaian juga berharap dapat mengampanyekan MATAS tanpa kekerasan yang mungkin saja dibungkus dalam aksi perpeloncoan kepada peserta MATAS oleh panitia yang merupakan kakak kelasnya. Beragam permaianan kreatif dan positif yang diadopsi oleh panitia MATAS yang diantaranya juga merupakan ”alumni” kelas Pendidikan Perdamaian merupakan salah satu contoh konkrit bahwa masih banyak cara kreatif dan positif yang dapat diramu menjadi kegiatan yang menarik, bermanfaat dan tentu saja jauh dari unsur-unsur kekerasan, baik fisik maupun psikis. Dengan demikian diharapkan rangkaian kegiatan MATAS dapat berjalan damai, tanpa kekerasan. Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2009!

(Leo Depa Dey/Komkit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: