Gadis Kecil Berkerudung Merah Putih

Gadis kecil itu naik ke pentas menyusul kakak-kakaknya. Penonton pun bersorak. Si kecil tidak tampak malu. Sesekali ia melepas senyum sembari terus menari. Gerakannya selalu menyusul beberapa detik kemudian, sedikit lebih lambat. Tetapi ketika menaburkan potongan kembang merah putih, si kecil tampak lebih atraktif. Sampai-sampai sesekali membenarkan kerudung merah putih yang melorot menutupi matanya.

         Dialah si kecil berkerudung merah putih, kakaknya memanggilnya si Inong, salah satu peserta tari tarian Ranup Lampuan dari desa Layung kecamatan Bubon Aceh Barat. Sanggar tari Ranup Lampuan dari desa Layung adalah salah satu peserta dari lima peserta grup tari (grup Rapai dari Padang Sikabu, grup Meusekat dari Seunebuk Trap, grup ranup lampuan dari Gunong Panah dan Rapai dari Planteu SP) yang turut hadir mengisi acara malam seni damai dalam rangka memperingati empat tahun penandatangan MoU Helsinki dan enam puluh empat tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indoensia pada malam 17 Agustus 2009 di lapangan Kota Padang Bubon Aceh Barat.

Hadir dalam acara tersebut adalah Nyak Man BA camat kecamatan Bubon beserta jajaran Muspika. Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi antar komunitas di seluruh kecamatan Bubon, “Karena dengan membentuk kerjasama, saling mendukung antar komunitas maka perdamaian dapat terjaga dan pembangunan dapat terlaksana dengan baik”

 

Pembagian Trophi Juara

 

Pada acara yang sama juga panitia pelaksana yang diketuai oleh Tarmizi, SE Sekretaris Camat kecamatan Bubon menyerahkan trophy penghargaan kepada pemenang lomba pertandingan antara lain sepak bola, bola volley, dan lomba masak ibu PKK.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan trophy, Tarmizi memuji kerja sama dan sportifitas para pemain “Pertandingan apa pun jenisnya telah berjalan dengan damai, ini menjadi tanda bahwa kita sudah semakin sadar akan perdamaian dan masa depan kita sendiri” jelasnya.

Seusai penyerahan trophy, gadis kecil berkerudung merah putih naik ke pentas  menyusul kakak-kakaknya. Penonton pun bersorak. Si kecil tidak tampak malu. Sesekali ia melepas senyum sembari terus menari. Si kecil berkerudung merah putih itu adalah generasi aceh masa depan. Dalam caranya yang sederhana ia telah berperan membangun masa depan.

(Kris Bheda/KomKit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: