Ada Komitmen Di Ujung Tanjung

Rabu, 2 September 2009 bertempat di Pusat Komunitas Tanjungan Blang Meurandeh Beutung Ateuh, sejumlah perempuan yang tergabung dalam kelompok menjahit melakukan pertemuan dengan agenda ‘Membangkitkan komitmen, upaya mengembalikan visi dan misi’ Pertemuan yang dipimpin Teungku Basyarullah, kader pemberdayaan perempuan  ini baru diadakan setelah sekian lama senyap di balik kesibukan masing-masing.

 Ditemukan beberapa kendala mengapa kegiatan kelompok tampak berjalan di tempat. Salah satu di antaranya adalah apa yang sudah mereka peroleh, seperti latihan menjahit, telah mereka lupa lantaran tidak sering diaktualisasikan. Alasan lain adalah karena struktur kepengurusan yang sudah diplih tidak berjalan maksimal.

 Lantaran itu, baru pada awal September komitmen pribadi dan kelompok kembali disegarkan.  “Intinya bukan karena bantuan tetapi karena mau berubah ke arah yang lebih baik” demikian salah satu ibu mengemukakan alasan keterlibatannya dalam kelompok. Pernyataan yang sama dikuatkan oleh Teungku Basyarullah, bahwa menurutnya “komitmen untuk berubah dan mau berkembang adalah yang utama, bukan uang” katanya.

 Komitmen adalah roh perubahan. Visi dan misi yang menaungi sebuah kelompok harus dipertajam secara terus menerus oleh komitmen. Komitmen mengandaikan seorang pribadi atau kelompok sadar bahwa apa yang sudah, sedang dan akan dilakukannnya memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Komitmen mengandaikan pula seorang pribadi atau kelompok konsisten pada pilihannya dan teguh dalam berprinsip.

 Pertama-tama adalah komitmen dalam dan bagi diri sendiri. Selanjutnya komitmen dalam dan bagi kelompok. Dua hal ini harus selalu saling melengkapi, menjadi satu kesatuan agar visi dan misi yang telah digariskan tidak berjalan di luar rel yang sudah ditetap-tentukan.

 Inilah komitmen yang digariskan oleh kelompok perempuan di Beutung Ateuh. Mereka sudah memulai dengan sesuatu yang sangat berguna bagi diri mereka sendiri yakni kemauan untuk berubah dengan belajar menjahit. Mereka diharapkan terus berlatih dan belajar, bukan hanya menjahit selembar kain, tetapi merajut kehidupan menjadi semakin lebih baik.

23062009(002)

Tengku Syariff, Salah Seorang Kader Pertanian Organik Sedang Merawat Tanaman Cabe, Membersihkannya Dari Hama

 Komitmen yang sama, komitmen untuk terus berdaya dan mandiri, lepas dari ketergantungan dan berubah ke arah yang semakin  lebih baik dapat diharapkan merasuk sampai kepada kelompok petani dalam kegiatan-kegiatan mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok. Dan juga komitmen yang sama sampai pula kepada kelompok anak-anak dan remaja, baik sebagai pribadi maupun kelompok dalam proses belajar mengajar pendidikan perdamaian.  

(Kris Bheda Somerpes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: