Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Terbentuknya struktur kepengurusan baru kelompok tani pertanian organik Beutung Ateuh pada akhir Agustus lalu diharapkan dapat memberikan perubahan cara kerja dan membangkitkan semangat kerja. Teungku Syarif sebagai ketua dan Teungku Burhan sebagai sekretaris diharapkan dapat menjadi motor penggerak untuk anggota kelompok petani yang lain.

 Agenda pertama yang mendesak dibuat adalah mengadakan pelatihan lanjutan sistem pertanian organik kepada seluruh anggota, selanjutnya mengefektifkan dana dan modal jaringan agar dapat dipinjamkan para anggota.

 “Pelatihan pertanian organik, seperti pembuatan pupuk dan pengolahan lahan sangat perlu agar para petani bisa secara perlahan-lahan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan tahu menggunakan lahan secara baik” demikian dikemukakan Teungku Burhan. “Karena di sini (Beutung) lahan sangat subur, dan banyak sekali bahan mentah yang dapat dijadikan sebagai pupuk organik” kata Teungku Burhan lebih lanjut. 

 Berkaitan dengan modal jaringan, menurut Teungku Burhan akan dilakukan dengan sistem pinjam meminjam. Anggota petani tidak diberikan modal dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk barang. Dan barang yang digunakan adalah untuk kebutuhan kelompok. “Setiap anggota boleh meminjam, tetapi dengan kesepakatan tertentu. Maksudnya selain agar barang tetap terawat, di antara anggota kelompok pun bisa tumbuh saling kerja sama” jelas Teungku Burhan.

(Kris Bheda Somerpes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: