Mau Ke Mana Bungong Jaroe?

Copy of DSC05191

Anggota Kelompok Jaringan Petani Pertanian Organik Terpadu Bungong Jaroe

Lama senyap dalam aktivitas kelompok masing-masing, kelompok petani organik 10 desa se-kecamatan Bubon dan Woyla seperti sudah  kehilangan arah. Jaringan petani antar gampong Bungong Jaroe hampir kehilangan jejak mau ke mana harus berlangkah. Pengurus jaringan yang diharapkan dapat mengendalikan organisasi seperti sudah kehilangan nyawa. Pertanyaan yang muncul dalam setiap pertemuan di kelompok masing-masing adalah “mau kemana Bungong Jaroe?”

 Menjawab pertanyaan tersebut pada Selasa, 27 Oktober 2009, anggota jaringan petani pertanian organik 10 desa se-kecamatan Bubon dan Woyla mengadakan pertemuan puncak membahas tiga agenda penting, yakni 1) evaluasi jariangan dan restrukturisasi, 2) rencana pembentukan koperasi dan 3) rancangan kerja tahun depan. Pertemuan yang berlangsung sehari itu akhirnya mengerucut pada satu titik yakni    pentingnya penguatan struktur, menajamkan kembali visi dan misi jaringan agar agenda dan kegiatan bisa berjalan normal.

Untuk itu, anggota jaringan petani berusaha menegaskan kembali visi dan misi pendirian jaringan. Menurut para petani ada sepuluh alas an mandasar mengapa jaringan itu dibentuk yakni: 1) Mempersatukan kelompok Tani di 10 Desa, 2) Untuk mempermudah usaha Petani, 3) Menambah Pengetahuan  cara bertani, 4) Bertukar informasi antar komunitas. 5) Belajar untuk membuat Pupuk. 6) Mensejahterakan Petani, 7) Pusat Pemasaran Hasil Pertanian. 8) Untuk mengenalkan Pertanian Organik, 9) Mengetahui peraturan yang ada dalam jaringan, 10) Untuk Mendapatkan Modal.

Berangkat dari visi dan misi tersebut jaringan petani antar komunitas di 1o desa diharapkan dapat kembali berjalan normal. Team 16 yang dibentuk pada pertemuan tersebut, yang terdiri atas 4 orang pengurus lama, 10 orang ketua kelompok tani di masing-masing desa dan 2 staff pemberdayaan SUNSPIRIT diharapkan dapat bekerja maksimal untuk menemukan bentuk yang tepat bagi Bungong Jaroe menjejakkan langkahnya ke depan.

Tugas utama team 16 adalah sebagai berikut: 1) Merekapitulasi jumlah anggota yang aktif dan tidak aktif, 2) Mengaudit semua jumlah uang yang sudah di tarik dari Bank. 3) Mengaudit dana yang sudah di pinjam oleh anggota kelompok masing-masing beserta nama-nama dari si peminjam. 3) Membuat surat pernyataan kapan si peminjam akan segera mengembalikan modal jaringan kepada jaringan. 5) Membuat pertemuan untuk menjelaskan hasil kerja dari tim 16. 6) dan pada saat yang sama meminta pertanggungjawaban pengurus lama atas kerja dan tanggung jawab mereka selama masa kepengurusan.

Inilah agenda besar jaringan petani organic Bungong Jaroe. Ke depan, menghadapai tantangan dan menemukan peluang, menghalau hambatan dan menyibak jalan keluar akan menjadi tugas bersama anggota jaringan petani. Sebab, apa yang sedang diperjuangkan adalah untuk petani itu sendiri, untuk kelompok dan jaringan. Mau kemana Bungong Jaroe?

 (Kris Bheda Somerpes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: