Optimisme Damai SAKINAH

DSC08689
Dalam sebuah pertemuan reguler kelompok jaringan perempuan SAKINAH

Pada Senin, 12 Oktober 2009, dalam wawancara dengan Nima Sirait dari DAAI TV Jakarta, Ibu Zaitun, ketua jaringan perempuan SAKINAH mengatakan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan, baik kegiatan memasak maupun sulam-menyulam, baik pelatihan maupun pertemuan rutin yang diadakan sebenarnya memiliki tujuan yang sama yakni perubahan ke arah yang lebih baik secara ekonomis sekaligus mengangkat peran perempuan dalam memberi suara pada proses pembangunan perdamaian Aceh yang berkelanjutan.    

Jawaban ini lahir bukan tanpa alasan. Sebab, seperti diketahui, ada begitu banyak hal yang hilang selama masa konflik. Perlu dicatat bahwa, bukan hanya korban jiwa yang berjatuhan, lantas menimbulkan  trauma dalam setiap pribadi. Tetapi juga tubuh social masyarakat Aceh tercederai, dan ruang publik yang terburai dan tercerai berai. Contoh-contoh kongkret bisa diangkat lagi sebagai missal kehilangan kesempatan mencari makan dengan tenang, kehilangan rasa aman ketika harus keluar rumah, atau ke pasar, atau ke ladang dan kebun.     

Ketakutan mengepung jiwa manusia dan kecurigaan melahap relung-relung kebersamaan. Pertanyaan yang terlontar hanya kapan semuanya usai? Kapan Aceh benar-benar damai dan aman? Kami kami bisa kembali meladang dengan tenang dan mencari makan tanpa rasa takut? Dan seterusnya.     

Empat tahun sudah Nanggroe Aceh Darusallam kembali dalam pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Situasi yang aman dan damai perlahan-lahan dinikmati. Asap dapur kembali mengepul. Anak-anak sudah kembali beranjak ke sekolah. Yang meladang kembali berladang. Ruang sosial kembali dirajut. Walau sebenarnya proses untuk itu semua butuh waktu yang panjang, sebab mewujudkan Aceh yang benar-benar damai tidak cukup dengan secarik kertas yang ditandangani di Helsinki Finlandia pada 15 Agustus 2005.     

Proses menjaga dan merawat perdamaian adalah proses mengubah kesadaran manusia untuk menerima peristiwa kelam, menemukan akar masalahnya, menemukan jalan keluarnya, lantas secara bersama-sama mendukung dan mendorong perdamaian menjadi sesuatu yang anyata dalam berbagai tindakan yang nyata pula.     

Pembentukan kelompok jaringan perempuan SAKINAH, sejak dua tahun silam dengan berbagai aktivitas seperti pertemuan, pelatihan, kegiatan memasak, menjahit dan sulam-menyulam merupakan jawaban atas kebutuhan bagaimana membangun perdamaian yang berkelanjutan secara nyata. SAKINAH hanya merupakan salah satu contoh wadah/media nyata  yang memampukan antara pribadi yang satu dengan yang lain, komunitas yang satu dengan komunitas yang lain, mimpi yang satu dengan mimpi yang lain bisa diperjumpakan dalam satu jalan, satu visi dan satu misi yang sama, yakni membangun Aceh yang damai dan sejahtera.

Dalam kerangka inilah, SAKINAH berani melangkah dengan penuh optimis. Sebuah optimisme yang senantiasa dirawat dan dijaga bersama dan berbagai tindakan dan kegiatan nyata. Karena mereka yakin dan percaya bahwa proses pembangunan perdamaian Aceh bukan hanya sekedar kata-bicara, tetapi juga fakta:kerja. Inilah optimisme damai SAKINAH.

 (Kris Bheda Somerpes)

1 Comment (+add yours?)

  1. cypri
    Nov 14, 2009 @ 10:23:47

    Banyak orang memperlakukan perempuan di daerah yang (pernah) dilanda bencana atau konflik sebagai SASARAN, TARGET GROUP, PENERIMA MANFAAT dari apa yang mereka sebut sebagai PROGRAM PEMBERDAYAAN. Mereka lupa bahwa perempuan-perempuan itu sebenarnya sudah BERDAYA. Yang terjadi justru peminggiran, penghalangan akses, ketidakadilan ekonomi, dan alpanya kesempatan sosial, ekonomi, politik.

    Sepakat dengan pendapat Ibu Zaitun dari Jaringan Perempuan Sakinah dan refleksi penulis, Sdr. Kris! Penting sekali bagi berbagai pihak– termasuk pemerintah, pemimpin sosial-politik, gerakan masyarakat sipil– untuk MENDENGARKAN perempuan, dan MENCIPTAKAN KONDISI-KONDISI DASAR YANG MEMUNGKINKAN MEREKA BERKONTRIBUSI BAGI PERUBAHAN.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: