Perdamaian Berkibar di Ruang Integrasi

DSC04859

Pertemuan pelajar peserta pendidikan perdamaian diawali dengan perkenalan, sebagai media integrasi dan memupuk kerjasama

Ada tiga poin penting yang melingkupi ruang definisi perdamaian yakni pertama, berkaitan dengan suatu tata kehidupan bersama di mana individu, kelompok masyarakat dan institusi-institusi yang ada berada dalam satu jalan yang sama menuju perdamaian universal, kedua adalah  munculnya sikap dan perilaku yang mampu menghargai perbedaan pandangan/sikap/persepsi/kehendak/kepentingan dan selanjutnya berusaha mencari jalan keluar atas perbedaan-perbedaan itu, serta yang ketiga adalah selalu mendorong pengembangan potensi kehidupan secara utuh bagi semua orang, kelompok atau pihak yang terlibat dalam satu tatanan hidup bersama.

Inilah agenda besar membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dalam konteks Aceh, tiga poin di atas menjadi pilar dan arah pembangunan perdamaian. Semua elemen masyarakat, termasuk di dalamnya pihak-pihak yang berkonflik harus menjadikan ini sebagai arah dan tujuan. Berbagai kegiatan yang mendukung perdamaian yang berkelanjutkan mesti digalakan. Bukan hanya dalam lingkungan komunitas masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang berkonflik, tetapi juga kepada  kelompok yang secara tidak langsung terkena dampak konflik seperti generasi muda dan komunitas pendidikan.

Pertemuan peserta pendidikan perdamaian: SMA I Bubon, SMA I Meulaboh, SMA II Meulaboh pada Minggu 18 Oktober 2009 di pantai Suak Ribee Meulaboh merupakan sebuah upaya kongkret untuk menegaskan pentingnya dikokohkan ruang perdamaian. Bahwa perdamaian adalah upaya bersama, bukan hanya ‘ucapan salam damai’ di antara dua pihak yang berkonflik. Membangun perdamaian adalah upaya bersama baik yang secara langsung terlibat dalam konflik maupun yang secara tidak langsung mengalaminya.

Selain mau mengedepankan perihal keterlibatan semua pihak dalam membangun perdamaian, pertemuan tiga sekolah tersebut juga mau menciptakan sebuah ruang itegrasi antara pelajar. Diharapkan dalam ruang integrasi tersebut lahir sikap dan perilaku yang mampu menghargai perbedaan pandangan/sikap/persepsi/kehendak/kepentingan di antara mereka.Sikap dan perilaku seperti inilah yang perlu ditanamkan dalam diri setiap pelajar agar perbedaan tidak dipandang sebagai pemisah dan sekat, tetapi sebaliknya dilihat sebagai sebuah situasi yang mesti ditemukan sebuah titik temu. Dan jalan satu-satunya untuk menerima perbedaan adalah adanya sikap keterbukaan dan sikap menghargai.

Dua tujuan di atas tampak dalam proses kegiatan yang berlangsung sepanjang hari itu. Para peserta pendidikan perdamaian melebur dalam kelompok yang dipilih secara acak. Selanjutnya kepada setiap kelompok diberikan kesempatan yang lebih banyak untuk berkomunikasi melalui permaianan-permaian kreatif. Satu permaian yang menarik dan unik yang membutuhkan kerja sama dan kesabaran kelompok adalah pengibaran bendera perdamaian.

Sebelum bendera dikibarkan setiap kelompok diberi kesempatan untuk menciptakan lagu perdamaian yang nantinya akan mengiringi pengibaran bendera perdamaian. Sepanjang proses inilah komunikasi antara pelajar tercipta,  pun pula muncul sikap dan perilaku yang mampu menghargai perbedaan pandangan/sikap/persepsi/kehendak/kepentingan dan selanjutnya berusaha mencari jalan keluar atas perbedaan-perbedaan itu.

Akhirnya bendera perdamaian itu pun berkibar di ruang integrasi ketiga sekolah. Ucapan salam perkenalan sudah menjadi titik penting untuk membangun komunikasi yang intensif, bertukar padangan dan pengetahuan. Optimisme membuncah di wajah mereka, bahwa merekalah agen perdamaian.  Di pundak merekalah masa depan Aceh yang damai, adil dan sejahtera diemban. Salam Perdamaian.

(Kris Bheda Somerpes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: