Buka Jendela Perdamaian

Lima tahun pasca penandatanganan Mou Helsinki pada 15 Agustus 2005, situasi dan kondisi Aceh belum seratus persen pulih. Selain berbagai aksi kekerasan yang masih saja terjadi, juga keberadaan ruang publik yang masih diwarnai curiga dan prasangka.

Mencuatnya isu dan kasus terorisme yang menerpa bumi Aceh menambah deretan ketidaknyamanan itu. Kendatipun sekarang, beberapa pekan terakhir kasus terorisme sudah mereda, bukan tidak mungkin isu dan kasus lain akan kembali mengancam ketenteraman masyarakat Aceh.

Bagi masyarakat Aceh, perdamaian adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. Segenap warga dan berbagai elemen masyarakat telah mengorbankan banyak hal, baik secara material maupun mental hanya demi meraih makhkota perdamaian.

Gempa dan tsunami yang meluluhlantakan Nanggroe Aceh Darusallam pada 26 Desember 2004, terlepas dari kejadian alam, adalah merupakan pengorbanan terbesar dan terdasyat masyarakat Aceh untuk sebuah perdamaian yang telah sekian lama dicita-citakan.

Lagi-lagi cacatan ini adalah seruan moral kepada semua, baik warga masyarakat  Aceh sendiri, maupun kepada semua elemen bangsa Indonesia dan dunia, agar bersama-sama menjaga, merawat dan membangun perdamaian Aceh.

Tugas kita semua adalah membuka pikiran dan hati, membuka mata dan telinga, membuang semua dendam dan cemburu, melenyapkan prasangka dan curiga, dan memulailah menata kehidupan bermasyarakat yang aman dan damai.

Prasangka dan curiga adalah duri dalam daging bagi perdamaian. Pemicu konflik, pemicu pertentangan, pelatuk ketidaknyamanan adalah curiga, dendam dan prasangka.

Lantaran itu, marilah kita bersama-sama, membangun kepercayaan, menerima nilai-nilai baru, duduk bersama dan berdiskusi, membangun tali silaturahmi, komunikasi dan sikap peduli antara satu dengan yang lain. Semuanya hanya dapat terwujud jika jendela hati sebagai jendela perdamaian terbuka bagi semua. Salam perdamaian.***

1 Comment (+add yours?)

  1. kris bheda somerpes
    May 23, 2010 @ 09:29:54

    membuka jendela perdamaian, membiarkan cemburu dan dendam hilang lenyap…mari peduli aceh damai

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: