SEKILAS TENTANG KEDAULATAN PANGAN

Oleh John Pluto Sinulingga

Juta orang di dunia ini dihantui oleh dera kemiskinan dan ancaman kelaparan. The Silent Tsunami, demikian kata-kata orang di luar negeri atau kalau diartikan dalam bahasa kita adalah Tsunami yang datangnya perlahan-lahan namun akan mengakibatkan jutaan manusia akan menderita akibat kelaparan terutama anak-anak dan perempuan.

Gema tentang kedaulatan pangan memang masih belum begitu terdengar gaungnya di telingan banyak orang. Ini merupakan suatu konsep yang mau menyatakan bahwa masa depan produksi pangan ada di tangan komunitas-komunitas. Dan konsep ini juga merupakan suatu tandingan dari konsep neoliberal dengan senjata liberalisme pangan dan kekuatan modal yang mereka miliki.

Namun sebelum kita berbicara lebih luas lagi, ada baiknya kita pahami dulu tentang konsep kedaulatan pangan. Dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang hak atas pangan yang disusun oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada bulan Februari 2004, kedaulatan pangan didefenisikan/diartikan sebagai hak rakyat, komunitas-komunitas dan negeri-negeri untuk menentukan sistem-sistem produksinya sendiri dalam lapangan pertanian, perikanan, pangan dan tanah, serta kebijakan-kebijakan lainnya yang secara ekologi, sosial, ekonomi dan kebudayaan sesuai dengan keadaan-keadaan khusus masing-masing.

Organisasi Tani Internasional La Via Campesina mendefenisikan kedaulatan pangan sebagai hak seluruh rakyat, bangsa dan negaranya untuk menentukan kebijakan pertanian dan pangannya sendiri tanpa campur tangan negara lain.

Dan menurut Food and Agriculture Organization (FAO) kedaulatan pangan merupakan hak untuk memiliki pangan secara teratur, permanen dan bisa mendapatkan secara bebas, baik secara Cuma-Cuma maupun membeli dengan jumlah dan mutu yang mencukupi, serta cocok dengan tradisi-tradisi kebudayaan rakyat yang mengkonsumsinya.

Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa kedaulatan pangan adalah kebebasan dan kekuasaan rakyat serta komunitasnya untuk menuntut dan mewujudkan hak untuk mendapatkan dan  memproduksi pangan sendiri dan tindakan berlawanan terhadap kekuasaan perusahaan-perusahaan serta kekuatan lainnya yang merusak sistem produksi pangan rakyat melalui perdagangan, investasi, serta alat dan kebijakan lainnya.

Disarikan dari Modul Tentang Kedaulatan Pangan,

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan-People’s Coalition on Food Sovereignty (PCFS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: